Tulisan ustadz Agung Cahyadi Lc,MA

Bismillah..

Waspadalah dari UJUB..

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri”
(HR.Thobroni)

UJUB itu sering datang dengan tanpa kita sadari..

UJUB itu berbeda dengan RIYA’
RIYA’ bisa dihindari, tapi UJUB sering sulit untuk dijauhi..

Kita baca Al Qur’an, kita shadaqoh, kita shalat malam, tidak ada yang tahu dan tidak kita ceritakan, dengan harapan agar tidak RIYA’ ..
Maka saat itu, kita berhasil menghindari RIYA’, beribadah semata karena Allah.

Tapi syaitan itu akan senantiasa berusaha menipu kita.
tiba-tiba saja dalam hati kita berkata : -karena muncul rasa bangga terhadap diri sendiri-..
Al hamdulillah hebat aku ini, bisa istiqomah membaca Al Qur’an, bisa istiqomah shadaqoh, bisa istiqomah shalat malam dst..

Saat hati berkata begitu, itulah yang dinamakan UJUB.

Walaupun
berhasil untuk tidak RIYA’,
tetapi ternyata masih belum bisa meninggalkan UJUB..

UJUB adalah perasaan kagum atas diri sendiri.

Merasa diri hebat, berbangga diri ..
terpesona dengan kehebatan diri..

UJUB
adalah penyakit hati yang paling tersembunyi

Perasaan UJUB bisa datang dalam berbagai bentuk :

~Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya.
~Orang yang berilmu kagum dengan ilmunya.
~Orang yang cantik kagum dengan kecantikannya.
~Orang yang dermawan kagum dengan kebaikannya.
~Orang yang berdakwah kagum dengan dakwahnya.

Sufyan At-Tsauri mengatakan :
“UJUB adalah
perasaaan kagum pada dirimu sendiri, sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain”..

Padahal semua kelebihan yang kita dapatkan adalah kelebihan yang kita dapatkan dari Allah.
Karena itu selayaknya kekaguman hanyalah kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.

Dan ingatlah syaitan akan selalu menggiring manusia untuk masuk ke dalam fikiran berbangga kepada diri sendiri, agar amalan manusia tidak ber-NILAI

IMAM An-NAWAWI -Rahimahullah- berkata :
Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub,
Barangsiapa ujub dengan amalnya sendiri, maka akan terhapus amalnya.
(Syarh Arba’in).

Jauhilah sifat Ujub..
Jadikan semua amalan karena semata mengharap ridho Allah..

Bagaimana caranya :

  1. Setiap kali muncul di hati tentang kehebatan diri, segera Istighfar memohon ampun kepada Allah.
  2. Meyakini bahwa semua kelebihan adalah milik Allah.
  3. Senantiasa berdoa, memohon kepada Allah agar berkenan memberikan hati Ikhlas pada setiap yang kita amalkan.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam
(QS. 6:162)

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan taufiq-Nya dan berkenan mengkaruniakan ke-ikhlasan hati dalam setiap amal..

اللَّهُمَّ إِنّا نعُوذُ بِكَ أَنْ نشْرِكَ بِكَ وَنحن نعْلَمُ ، وَنسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نعْلَمُ

“Ya Allah, kami memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara kami mengetahuinya, dan kamipun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak kami ketahui”..
Allahumma Aamien..

Baarakallahu fiikum..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *