Ust. Agung Cahyadi Lc,MA

Bismillah..

Betapa seringnya kita berada di depan cermin untuk melihat dengan teliti apa yang seharusnya dibersikan dan dirapikan di wajah kita atau di pakaian kita..

Akan tetapi berapa seringkah, kita melihat jiwa kita..? setiap hari?, setiap bulan? atau setiap tahun? untuk mengetahui dengan seksama apa yang seharusnya dibersihkan, dilatih dan bahkan diterapi ?..

Sakit di badan begitu cepatnya dapat dirasakan.., sehingga dengan segera diobati.. Namun sakit jiwa (sakit hati/sakit rohani ), kelemahan hati dan kotornya hati sulit sekali dibersihkan dan diobati, karena tidak dirasakan dan dilihat dengan mata oleh penderitanya..

Tentu..
Sebab dari tidak terasa kotornya hati/jiwa adalah akibat lemahnya IMAN..

Maka melihat kepada diri dan bermuhasabah/mengevaluasi diri untuk mengobati, membersihkan dan melatih ber-Istiqomah itu sungguh lebih penting dari perhatian yang luar biasa terhadap raga kita, walaupun tidak diragukan memang hal itu juga penting..

اللهُمَّ آتِ نفوسنا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا،
اللهُمَّ إِنّا نعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

Ya Allah karuniakan ketakwaan pada jiwa kami, Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik Yang Mensucikannya, Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya..
Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak manfaat, hati yang tidak khusyu’, dan doa yang tidak diijabahi..
Allahumma Aamien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.